Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

Garrincha, Sang Kreator Banana Kick

Posted On 11.11 by Gume Online 0 komentar

Garrincha bernama asli Manuel Francisco dos Santos. Lahir tahun 1953 dalam keadaan tulang punggung miring dan kedua kakinya tidak sama panjang. Tidak bisa dibayangkan jika dia adalah top dribbler yang pernah lahir di bumi ini. Melihat cacatnya dia, tidak pernah ada yang mengira dia bakal menjadi bintang masa depan Brasil.

Pertama kali ikut Piala Dunia di Swedia tahun 1958. Menghadapi Uni Soviet yang favorit juara, Garrincha langsung memukau pada menit pertama. Melewati 3 pemain dan menceploskan gol. Itulah awal mula kejayaannya. Kerja samanya dengan Pele membuat tim lain porak-poranda. Brazil sendiri meraih juara Piala Dunia kala itu setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor 4-2. Garrincha pun masuk "Best XI World Cup 1958".

Piala dunia keduanya tahun 1962. Pele cedera sejak pertandingan ke-2, karena waktu itu tim-tim Eropa mengandalkan catenaccio yang keras. Garrincha tampil sebagai pemain bintang. Di perempat final, melawan Inggris inilah Garrincha memamerkan keahliannya. Menerima bola di luar kotak penalti, dan menendangnya dengan lintasan melengkung, itulah pertama kali teknik “banana kick” dipertontonkan. Tahun ini Brazil lagi-lagi juara setelah mengalahkan Czechoslovakia.

Sebagai pemain sayap, gaya bermain Garrincha ialah mengandalkan dribble dan kecepatannya. Tercatat dia menghasilkan 232 gol baik dari kaki maupun kepala. Passing, heading dan shooting semuanya termasuk kelas wahid. Dia juga dikenal sebagai eksekutor bola mati yang benar-benar mematikan. Kepalanya masih bisa menghasilkan gol walaupun tinggi badannya termasuk pendek pada saat itu (1.69 m).


Sabtu, 24 Juli 2010

Nascar

Posted On 11.27 by Gume Online 0 komentar

Pada saat Bill France mendirikan NASCAR (National Asosiation for Stock Car Auto Racing)21 februari tahun 1948,dia tidak pernah membayangkan balapan mobil akan menjadi tontonan terpopuler kedua setelah football Amerika.Sekalipun daya tarik permainan ini sangat berkaitan erat dengan produksi kendaraan.

Pada zaman itu lomba mobil hanyalah melingkupi lomba ketahanan mobil mencakup lomba ketahanan mobil dimedan menanjak yang kasar atau menjelajahi medan bersalju atau berlumpur dengan jarak yak cukup jauh.


Dengan kondisi demikian seringkali pembalap merasakan tangtangan yang menakutkan karena seringkali ban mobil hancur sebelum finish. Oleh karena itu,kendaraan dilengkapi dengan folding hatches yang diletakkan diatas lintasan sebagai salah satu “fitur teknis” untuk memberikan gambaran kepada pengemudi mengenai kondisi ban.

Anekdot ini telah berlangsung lama,standar seri balapan ini kemudian mengalami peningkatan hingga mencapai kesuksesan.Liga terkemuka dan sangat popular tersebut adalah kejuaraan berikutnya dalam seri balapan ini.


Teknologi NASCAR telah distandarisasi pada tahun 1960an katagori mesin V8,dengan kapasitas silinder 5,7 liter merupakan pertibangan dalam melakukan standar.Kini para manufaktur mesin seperti Dodge dan Chevrolet meproduksi kendaraan lebih dari 800 HP (tenaga Kuda).

Meskipun demikian ,demi alasan keamanan sebuah air floe restrictor dipasang untuk menurunkan dayanya sekitar 450 HP.Apa yang tersisa adalah mobil-mobil kotor yang khas dan raungan suara mesin-menjadi alasan lain mengapa seri balap NASCAR begitu popular


Sabtu, 10 Juli 2010

Pemain Sepak Bola yang Mati Bunuh Diri

Posted On 12.10 by Gume Online 0 komentar

1. Robert Enke



Bukan satu-satunya tokoh dari kalangan sepak bola yang kehilangan nyawa dengan tragis. Masih banyak nama-nama lain yang melakukan tindakan konyol tersebut. Berikut pelaku-pelakunya.

2. Justin Fashanu



Pada 1998, Justin Fashanu tewas gantung dri. Mantan pemain Manchester City era 1990-an itu nekat melakukannya karena dia tidak kuat dengan anggapan negatif terhadapnya.

Sebelum tewas, Fashanu dituduh mencabuli anak berumur 17 tahun. Itu dilakukannya usai menenggak minuman keras di apartemennnya. Tuduhan itu makin kuat ketika banyak bermunculan pemberitaan soal Fashanu yang bergabung di komunitas homoseksual.

3. Sergio Lopez Segu



Sergio Lopez Segu tewas secara tragis. Pada 4 November 2006, dia menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang berjalan cepat. Nyawanya melayang seketika. Dia tewas di umur 39 tahun.

Mantan gelandang Barcelona era 1990-an tersebut nekat melakukannya karena tak kuat menahan cobaan hidupnya. Pemain yang sukses mengantarkan Barcelona menjuarai Piala Winners 1989 itu memang pensiun dini karena cedera lutut. Ini membuatnya depresi berat. Ditambah lagi pernikahannya gagal.

4. Paul Vaessen



Agustus 2001, sepak bola Inggris dihebohkan dengan tewasnya Paul Vaessen, Pemain Arsenal itu bunuh diri di bak mandi dengan cara mengonsumsi heroin hingga over dosis. Sebelumnya dia sempat ditangani oleh psikiatris, tapi gagal.

Perjalanan kaier pencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Juventus pada semifinal Piala Winners 1980 itu memang menyedihkan. Di musim pertamanya, dia mempesona. Namun, di musim-musim berikutnya dia rentan cedera.

Vaessen lalu pensiun. Beberapa pekerjaan sempat digeluti. Mulai dari tukang pos hingga buruh bangunan. Sepertinya Vaessen tak bisa menerima kenyataan dan stres. Karena frustrasi, narkoba lalu dijadikan pelarian hingga mengakhiri hidupnya.

5. Asgotino Di Bartolomei



Kematian legenda AS Roma, Agostino di Bartolomei, juga menyedihkan. Pada 30 Mei 1994, dia menembak dirinya tepat di jantung. Diduga, Bartolomei bunuh diri karena depresi.
Dugaan penyebab depresi bermacam-macam. Diperkirakan dia tak kuat dengan bebam ekonomi yang mengimpit. Ada juga yang menduga dia tidak siap ketika pensiun dari sepak bola.

Kehidupannya berakhir mengenaskan. Selama aktif sebagai pemain, sepak terjang Bartolomei memang meyakinkan. Dia punya andil besar mengantarkan Roma merebut scudetto pada 1983. Tapi, setelah itu kariernya meredup dan sederet masalah pribadi terus-terusan mengganggunya.

6. Sandor Kocsis



Sandor Kocsis adalah striker hebat Barcelona di kurun waktu 1958-1965. Pada 22 Juli 1979, saat berumur 49 tahun, dia meninggal dunia. Sampai saat ini, banyak yang percaya dia tewas karena bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai empat di sebuah rumah sakit. Namun, ada juga yang memberitakan murni kecelakaan.

Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Kocsis memang menurun drastis. Striker yang punya julukan Golden Head ini menderita kanker perut dan leukimia. Diduga, karena sulit menyembuhkan dua penyakit itu, Kocsis stres lalu bunuh diri.

7. Juan Gamper



Juan Gamper adalah aktor penting di balik lahirnya Barcelona. Pria kelahiran Swiss ini juga presiden pertama klub asal Spanyol tersebut. Selama menjadi presiden, Barcelona dibawanya meraih beberapa gelar, di antaranya 11 Championnat de Catalunya dan enam Copa del Rey.

Gamper sangat menyokong nasionalisme Catalan. Akibatnya, pria yang juga pendiri klub asal Swiss, FC Basel ini pun diusir keluar dari Spanyol. Karena tak kuat dengan perlakuan tersebut, Gamper bunuh diri.

8. Matthias Sindelar



Matthias Sindelar adalah salah satu pemain besar yang pernah dilahirkan Austria di era 1930-an. Tapi perjalanan hidupnya tragis. Kematiannya masih kontroversial. Ada yang bilang bunuh diri, namun ada juga yang menyebut dibunuh secara “halus”.

Pada 23 Januari 1939, Matthias Sindelar bersama pacarnya, Camilla Castagnola ditemukan tewas di sebuah apartemen di Wina, Austria. Kematiannya diduga akibat keracunan kabon monoksida dari pemanas yang bocor. Dugaan lain, rezim Nazi terlibat karena saat itu Sindelar menolak bermain mewakili Jerman.

Sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/07/pemain-sepak-bola-yang-mati-bunuh-diri.html


Giliran Buaya Pilih Spanyol

Posted On 11.51 by Gume Online 0 komentar

DARWIN - Seekor buaya bernama Harry mengikuti jejak Paul ‘gurita peramal’ untuk memprediksi pemenang partai final antara Belanda dan Spanyol. Buaya berbobot 700 kg tersebut pun memilih Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2010.

Harry melakukan aksinya kurang dari satu menit. Buaya yang menghuni Crocosaurus Cove di Darwin, Australia, terjun ke air dan langsung memakan daging ayam yang tergantung di bawah bendera Spanyol. Praktis, daging yang tergantung di bawah bendera Belanda diabaikan.


Seperti dilaporkan
The Asian Age, Sabtu (10/7/2010), Mick Burns, pemilik taman buaya tersebut, mengatakan pada Northern Territory News bahwa dirinya terinspirasi karena meilhat aksi Paul, gurita asal Jerman yang selalu tepat memprediksi setiap pertandingan Der Panzer di Afrika Selatan.

Jika Paul diperkenankan memilih makanan dalam kotak transparan yang dilekatkan bendera Belanda dan Spanyol, maka cara yang diterapkan Burns pada Harry sedikit berbeda. Namun nyatanya, kedua binatang tersebut memiliki jawaban yang sama.


Bahkan, Burns mengklaim Spanyol akan menang dengan skor tipis 1-0. Apakah prediksi mereka akan terbukti? Tunggu saja aksi
De Oranje vs La Furia Roja di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dini hari WIB. (far)


Sumber :
http://pialadunia.okezone.com/read/2010/07/10/350/351569/giliran-buaya-pilih-spanyol


Rabu, 16 Juni 2010

Kiper Terbaik Sepanjang Masa

Posted On 23.58 by Gume Online 0 komentar


Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko. Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya. Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang. Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.






Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues. Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.



Dida (Brasil)

Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005. Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini. Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang. Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.


Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik. Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).


Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya. Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

Iker Casillas (Spanyol)
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa. Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

Lev Yashin (Uni Soviet)
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.

Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan. Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

Peter Schmeichel (Denmark)

Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark.

The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus. Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.

Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.

Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990 .Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.


Minggu, 13 Juni 2010

5 Pemain Sepak Bola Tertinggi di Dunia

Posted On 07.41 by Gume Online 2 komentar




kiper belgia kelahiran 1987 ini bermain untuk klub K.V. Kortrijk

2. Yang Changpeng - 2.05m - (6ft8½):



striker china kelahiran 1989 ini bermain untuk klub Three Gorges Kangtian

3. Vanja IveÅ¡a - 2.05m - (6ft8½):



kiper kroasia kelahiran 1977 ini bermain untuk klub liga utama Turki EskiÅŸehirspor

4. Tor Hogne Aarøy - 2.04m - (6ft8):



striker yg juga berasal dari norwegia kelahiran 1977 ini bermain untuk klub Aalesund

5. Øyvind Hoås - 2.03m - (6ft8):



striker norwegia kelahiran 1983 ini bermain untuk klub Sarpsborg Sparta
FK.


Indonesia dan Piala Dunia 1938

Posted On 07.20 by Gume Online 0 komentar

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis.

Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan di Eropa dan sulitnya transportasi ke Prancis secara tak langsung memberikan keuntungan. Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Lalu Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya menyerah tanpa bertanding.

Jadilah anak-anak Melayu ini melenggang ke Prancis.

Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan.

Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.

Ditangani pelatih Johannes Mastenbroek, pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.

Tercatat nama Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai kapten.

Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh, Hungaria, yang kemudian meraih posisi runner-up.

Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di Stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938, tersebut. Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.

Meski belum menggunakan bendera Merah-Putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4050998


Jumat, 11 Juni 2010

Asal Usul Kata "GOAL" Dalam Sepakbola

Posted On 08.57 by Gume Online 0 komentar

Istilah goal secara etimologis berasal dari gal atau gol satu kata dalam bahasa Inggris Pertengahan yang artinya adalah ‘batas’ atau ‘limit’.

Goal

Dalam konteks sepak bola, goal adalah batas atau tujuan yang hendak dicapai dalam permainan tersebut. Pada 1681 di Inggris diadakan permainan sepak bola antara pelayan raja melawan pelayan Duke of Albemare. Pintu masuk kedua benteng digunakan sebagai batas permainan. Para pemain mencetak skor dengan cara menggiring bola melewati pintu benteng lawan. Goal kini merujuk pada benda yang disasar sebagai tujuan dalam sepak bola, yakni dua buah tiang besi terpisah dengan jarak 7,3 meter. Tinggi kedua tiang 2,4 meter dan dihubungkan dengan palang/mistar di atasnya.

Di samping itu, menurut kamus Webster maupun situs First Base Sport, kata goal juga mengacu pada tindakan atau usaha dalam menyarangkan bola ke dalam sasaran/tujuan. Hasilnya juga dinamai goal. Jadi, baik benda yang menjadi tujuan, lalu tindakan untuk mencapai tujuan tersebut, maupun hasilnya, bahasa Inggris sebenarnya tidak membuat perbedaan istilah, tetap satu, yakni goal. Namun, untuk membedakannya, sering kali pengguna bahasa Inggris memakai kata goalpost atau bahkan hanya post saja untuk menunjukkan benda yang disasar.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikan. Berbeda dari bahasa Inggris, bahasa Indonesia memberi nama khusus untuk benda yang menjadi tujuan permainan sepak bola. Kita menyebutnya ‘gawang’. Kata ini secara harfiah sebenarnya berarti ‘kusen pintu’. Gawang

Goal juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘gol’, tapi maknanya secara umum lebih pada usaha menceploskan bola ke dalam gawang lawan. mungkin berasal dari kata lawang dalam bahasa Sansekerta yang berarti ‘pintu’.


Ball

Goal atau dalam bahasa Indonesia disebut gol adalah peristiwa masuknya bola ke dalam gawang. Dalam beberapa cabang olahraga yang mengenal istilah ini adalah sepak bola, hoki es, hoki lapangan, polo air, dan bola tangan.

Dalam
sepakbola gol terbagi menjadi 3 bagian :

1. Gol Bunuh Diri
Gol bunuh diri adalah istilah dalam olahraga sepak bola ketika seorang pemain memasukkan bola ke gawangnya sendiri sehingga dianggap sebagai gol bagi tim lawan. Pemain tersebut juga dianggap sebagai pencetak golnya. Apabila gol tersebut diakibatkan oleh pantulan, maka pencetak gol dilihat jika tendangan yang menghasilkan gol tersebut adalah tendangan langsung ke arah gawang atau tidak. Jika ternyata merupakan tendangan langsung ke gawang, maka pemain yang menendang tersebut dinyatakan sebagai pencetak gol. Gol bunuh diri terkenal terjadi di
Piala Dunia 1994 di. Saat pertandingan tuan rumah Amerika Serikat melawan Kolombia yang di buat oleh Andreas Escobar. Yang mengakibatkan timnas Kolombia kalah 1-2. Gol bunuh diri tidak bisa diterima jika dihasilkan dari lemparan ke dalam atau dari tendangan bebas.

2. Gol Emas
Gol emas adalah peraturan dalam sepak bola dengan memberi tambahan waktu dua kali 15 menit untuk mendapatkan pemenang yang dilakukan apabila dalam dua kali 45 menit tidak didapatkan pemenang dalam sebuah pertandingan sepak bola. peraturan ini biasa dilakukan di dalam kompetisi dengan sistem gugur.

Dalam peraturan golden goal, apabila terjadi gol dalam perpanjangan waktu yang dilakukan, maka pertandingan akan dihentikan pada saat gol. Tim yang mencetak gol dalam kesempatan pertama akan ditetapkan sebagai pemenang pertandingan. Dan apabila dalam dua kali 15 menit tetap tidak ada tercipta gol oleh salah satu tim, maka pertandingan diakhiri dengan adu penalti untuk mendapatkan pemenang dari pertandingan.

3. Gol Perak
Gol perak (Inggris: silver goal) adalah peraturan sepak bola yang dilakukan untuk mendapatkan pemenang dengan memainkan babak tambahan dua kali 15 menit, apabila dalam waktu normal tidak didapatkan pemenang dalam sebuah pertandingan
sepak bola. Peraturan ini biasa diadakan dalam pertandingan sepak bola yang menggunakan format kompetisi dengan sistem gugur.

Dalam peraturan di dalam silver goal, apabila pertandingan sepak bola dalam babak perpanjangan waktu terjadi gol oleh salah satu tim, maka pertandingan akan tetap dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu dimana terjadi gol habis. Setelah babak perpanjangan waktu habis, maka tim yang dapat mencetak gol akan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan. Apabila dalam dua babak perpanjangan waktu tidak terjadi gol, maka pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.Udah tahu kan Asal Usulnya dan Jenis-jenisnya.


Sejarah Sepatu Bola

Posted On 08.38 by Gume Online 0 komentar

Pada awalnya, pemain boleh mengenakan kasut jenis apa pun di lapangan. Sepatu dengan alas polos dan sering dipakai untuk kerja pun diperbolehkan. Sepatu wanita dengan hak agak tinggi bahkan pernah digunakan lelaki di lapangan hijau.

Kemudian, keluarlah peraturan FIFA pada 1863. Salah satunya berbunyi, "Yang tidak memakai paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya diperbolehkan bermain”.

Aturan itu memunculkan gairah tukang sepatu di Inggris dan Eropa untuk membuat sepatu khusus sepak bola. Sebelum industri massal dimulai, tukang sepatu kebanyakan membuatnya dalam skala rumah tangga.

Pada 1895, Joe dan Jeff Foster mendirikan J.W. Foster and Sons di Bolton, Inggris, sebelum mengubahnya menjadi Reebok pada 1958. Sejak Januari 1905, Herman Jansen membuat toko sekaligus bengkel kasut di rumahnya di Kota Hengelo, Provinsi Gelderland, Belanda timur. Pada tahun yang sama, muncul pula pembuat sepatu Bola di Inggris.

Industri sepatu kian menggeliat ketika adik-kakak Adolf dan Rudolf Dassler membuka pabrik dengan nama Gebruder Dassler Schuhfabrik pada 1924. Dua bersaudara itu akhirnya pecah kongsi pada 1947. Adolf membentuk Adidas dan Rudolf menelurkan Puma.

Mulai tahun 1910-an, sepatu dengan nama Cup Final Specials mendunia berkat "gigi-gigi" kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah. Ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola. Bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam. Pemain harus memakukkan "kuku" itu ke sol dengan palu kecil.

Ukuran gerigi itu pun bervariasi. Pemain akan memilih gigi lebih panjang untuk bermain di lapangan becek agar tidak mudah terpeleset. Salah satu tugas wasit dan asistennya adalah mengecek sol itu sebelum pemain masuk ke lapangan. Jika gigi sepatu terlalu tajam dan menonjol, pemain tak diperbolehkan masuk.

Kasut-kasut masa silam itu dibuat dari bahan kulit tipis tapi berat. Modelnya berupa lars panjang atawa boot agar bisa melindungi engkel pemain dari sepakan lawan. Sepatu baru umumnya keras dan kaku sehingga sering membuat kaki pemakainya cedera. Agar lebih lentur dan enak dipakai, sepatu direndam dulu selama beberapa jam sebelum dikenakan, lalu dijemur sebentar agar kandungan air tidak memberatkan sepatu.

Di era 1920-an, sepatu bola mulai diproduksi secara massal. Salah satu yang terkenal di era itu adalah Manfield Hotspur. Sepatu kulit ini tidak hanya diproduksi untuk pemain dewasa, tapi juga untuk semua umur termasuk anak-anak.

Sepuluh tahun kemudian, muncullah variasi warna tali sepatu. Selain hitam, ada pula putih, merah, dan lainnya. Di lapangan, pemain kerap menggonta-ganti tali ini karena proses rendam-jemur sepatu membuat tali mudah rusak.

Pada 1951, perusahaan sepatu mulai mengendus bisnis baru. Mereka mencatut nama pemain terkenal untuk nama produknya. Bintang Inggris saat itu, Stanley Matthews, menjadi nama sepatu keluaran CWS. Ia mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu. Maka, dimulailah komersialisasi sponsor oleh produsen sepatu kepada pemain, yang saat itu mendapat gaji maksimal 20 poundsterling.

Selain Matthews, pemain-pemain lain mulai mendapat tempat khusus di hati produsen. Sepatu Bobby Charlton, contohnya, beredar pada 1964. Dua tahun kemudian, muncul kasut bernama Pele, yang dibuat sesuai tuntutan gaya main lincah ala pemain Brasil itu.

Matthews juga menjadi salah satu pengguna sepatu Continental, seri terbaru dari Manfield Hotspur dan dikenakan pemain-pemain di Eropa serta Brasil. Sepatu ini dibuat pada 1950-an hingga 1960-an. Pada masa itu, sol sepatu juga dibuat dengan bahan karet, plastik, atau logam dengan pengait sekrup.

Selama itu sepatu sepak bola identik dengan kombinasi warna hitam atau cokelat dengan strip putih. Puma pernah membuat sepatu putih pada 1958, tapi baru dipertontonkan oleh pemain Inggris, Alan Ball, satu dekade kemudian. Kelir lain mulai bermunculan pada 1998, salah satunya dikenakan oleh pemain Maroko, Moustafa Hadji.

Pada 1995, mantan pemain Liverpool, Craig Johnston, mendesain sepatu bernama Predator yang diproduksi oleh Adidas. Sepatu ini menggunakan kulit kanguru sebagai lapisan luarnya yang diklaim mempermudah lengkung arah bola. Klaim ini membuat sepatu itu laris manis dan antara lain dipakai eksekutor seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Steven Gerrard.

Saat ini produsen membuat beragam sepatu dengan teknologi mutakhir sesuai kebutuhan pemakainya. Bentuk, desain, dan bahannya dibuat agar pemain bisa menggerakkan kakinya senyaman mungkin dan aman. Kuku-kuku di solnya pun tak selalu berjumlah sama satu dengan yang lain. Gigi-gigi yang awalnya berbentuk bulat berubah menjadi pilih dan ini sering dianggap gampang melukai lawan.

Sepatu masa kini pun tersedia dalam beragam kelir.
Nike, misalnya, pernah membuat sepatu berwarna genit merah muda, Nike Mercurial Vapor Rosa. Anda bisa melihatnya pada kaki Nicklas Bendtner dan Franck Ribery. Warna ngejreng seperti ini memang sangat mencolok di lapangan. Sebuah gimmick jitu untuk menarik penonton agar gampang memelototi permainan bintang favoritnya dan mencari tahu kemampuan sepatu yang dipakainya.

Itu pula yang membuat bintang Barcelona, Lionel Messi, menyukai warna biru terang Adidas F50i yang dikenakannya pada final Liga Champions 2009 lalu. Sepatu dengan lapisan SprintSkin dari bahan sintentis antiair nan fleksibel ini menghiasi kaki pemain ternama pada kualifikasi Piala Dunia 2010. tapi pada putaran Final Piala Dunia nanti yang akan dipakainya ialah
F50 adiZero yang di klaim sepatu paling ringan di dunia.

Lebih dari warna-warni itu, Messi dan semua pemain bola pasti sepakat bahwa bentuk, bahan, serta desain sepatu amat membantu mereka mengeluarkan karakter permainan di lapangan. Pada akhirnya, penonton pun terpikat oleh aksi sang bintang.


Kini, Messi dan rekan barunya di Barcelona, David Villa, sama-sama akan mengenakan sepatu berteknologi yang diberi nama F50 adiZero yang menunjang pergerakan mereka dapat lebih cepat saat berlaga di Piala Dunia nanti. Faktor kecepatan memang penting karena di era sepakbola modern, terkadang kemenangan ditentukan hanya dalam jarak beberapa milimeter atau waktu sepersekian detik.

Sumber : http://mufctech.blogspot.com/2010/06/sejarah-sepatu-sepak-bola.html


Sepatu Bola Paling ringan Di Dunia

Posted On 08.21 by Gume Online 1 komentar

Dalam rangka menyambut World Cup 2010, adidas mengeluarkan produk terbarunya yaitu sepatu sepak bola yang diklaim paling ringan sedunia, ini dalam rangka menyambut Piala Dunia 2010 yang akan segera datang dengan jadwal pertandingan Piala Dunia 2010 yang sudah ditentukan. Gema Piala Dunia 2010 semakin keras terdengar di telinga para pencinta sepakbola di seluruh penjuru dunia. Adidas selaku brand ternama yang selalu eksis di perhelatan akbar sepakbola kembali memunculkan inovasi baru. Apakah itu?

Dalam launching yang digelar di Kuningan Village, Jakarta, Senin (24/5/2010), produsen yang berbasis di Jerman ini meluncurkan sepatu yang diklaim paling ringan di dunia. Sepatu yang dinamai adidas F50 adiZero ini dipercaya bakal mampu meningkat kecepatan setiap pemain yang menggunakannya.

Dalam memperkenalkan brand barunya ini, adidas menggandeng dua pemain terbaik dunia, Lionel Messi (Argentina) dan striker timnas Spanyol, David Villa. Messi yang notabene pemain terbaik FIFA saat ini akan menjadi pemain pertama dan satu-satunya yang akan menggunakan adidas F50 adiZero dengan corak warna bunglon ungu, putih serta aksen elektrik saat membela timnas Argentina bertarung di Afsel.

Sementara David Villa yang akan menggunakan versi lain F50, berwarna hitam bergaris kuning (black/sun) juga turut berkomentar terkait kelebihan sepatu yang akan digunakannya tersebut. “Kecepatan adalah hal yang sangat penting ketika bermain sepakbola. Saya sangat menantikan momen dimana saya akan bergerak lebih cepat saat tampil melawan pemain-pemain timnas terbaik di Afrika Selatan, nanti.

Global Senior Product Manager adidas Football, Aubrey Dolan menegaskan bila ide adidas membuat sepatu teringan di dunia tak lepas demi mengakomodir keinginan para pemain dunia agar bisa tampil lebih cepat. Ide ini sendiri telah melalui riset selama bertahun-tahun dan melibatkan 250 atlet sepakbola baik amatir maupun professional.

“Pemain seperti Messi dan Villa secara konsisten mengatakan kepada kami, bahwa mereka menginginkan sebuah sepatu yang memungkinkan mereka untuk bergerak lebih cepat. Setiap pemain ingin menjadi pemenang, jadi kami memutuskan untuk menjawab keinginan para pemain dengan menciptakan produk sepatu dengan bobot ringan yang dapat digunakan saat puncak performa,” ujarnya.

Dalam konsep sepatu teringan di dunia, F50 adiZero mengusung beberapa inovasi baru yang tak hanya membantu pemain tampil lebih cepat, namun juga sangat aman dan seimbang. Dalam hal ini, ada empat aspek yakni, Sprint Frame, Sprint Skin, TPU Bottom Support Bands dan TPU Bottom Frame.

Sprint Frame (pull) yang berbentuk segitiga –lain daripada yang lain-, didesain untuk menambah akselerasi pemain. Sprint Skin (bahan tunggal) yang selain membuat sepatu lebih ringan namun juga memberikan kesempurnaan dalam mengontrol bola. Sementara TPU Bottom Support dan TPU Bottom Frame berfungsi untuk memberikan keseimbangan serta keamanan para pemain saat berakselerasi.

Di Piala Dunia 2010 nanti, memang hanya Lionel Messi yang akan menggunakan F50 adiZero berwarna bunglon ungu-putih dengan aksen elektrik. Namun, sejumlah pemain lain akan menggunakan tipe berbeda.Contohnya, Steven Pienaar (Afrika Selatan), Jozy Altidore (Amerika Serikat), Shunsuke Nakamura (Jepang), Salomon Kalou (Pantai Gading), Arjen Robben (Belanda) dan Lukas Podolski (Jerman) yang akan menggunakan F50 adiZero dengan warna kuning dengan striper hitam emas (sun/black/gold).

Kemudian Villa (Spanyol), Samir Nasri (Prancis), Jermain Defoe (Inggris), Johan Vonlanthen (Swiss) akan menggunakan warna hitam dengan stripes kuning (black dan sun). Sepatu ini akan mulai dijual resmi di seluruh outlet adidas di Indonesia pada 24 Mei 2010, dengan banderol Rp 2.099.000.

Dalam kesempatan ini, adidas juga meluncurkan sebuah film pendek berdurasi 90 detik, dengan judul “Fast vs Fast.” Film pendek yang bisa diakses melalui Youtube ini, menceritakan tentang dua pemain legendaris dan tercepat dunia, Lionel Messi vs David Villa dalam sebuah pertandingan adu kecepatan, tentunya dengan menggunakan sepatu adidas F50 adiZero. Film ini juga melibatkan pemain legendaris Prancis Zinedine Zidane.

Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/06/01/adidas-f50-adizero-sepatu-bola-paling-ringan-di-dunia/