Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juli 2010

Memanfaatkan Potensi Alam Bawah Sadar

Posted On 00.43 by Gume Online 0 komentar

TRAINING hipnosis semakin menjamur di Tanah Air. Pesertanya beragam, mulai anak-anak, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, sampai dokter.

Apa yang dicari dan seberapa besar dampaknya? Coba saja ketik kata ”training hipnosis” atau ”kursus hipnosis” di Google, maka sederet tawaran pelatihan hipnosis beragam rupa akan muncul. Mulai pelatihan hipnosis dasar, self hypnosis, hipnoterapi, hypno-birthing, hingga hypno parenting, bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan calon peserta.

Tak jarang, pengelola kursus memberikan iming-iming dengan label ‘langsung bisa’ atau ‘singkat’ untuk membuat calon peserta tertarik. Bahkan ada yang yakin mengklaim dengan membeli dan menonton satu paket DVD, ia bisa langsung menjadi hipnotis, atau orang yang bisa menghipnosis.


Secara mudah, hipnosis bisa diartikan sebagai teknik dalam memengaruhi orang lain secara sengaja dengan cara memasukkannya ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, tapi tetap bisa menjawab pertanyaan.

Dalam kondisi tersebut, ia diperkirakan bisa menerima sugesti tanpa perlawanan. Di Indonesia, hipnosis mulai muncul bersamaan dengan maraknya ilmu motivasi yang diusung oleh para motivator.

Untuk meningkatkan motivasi kliennya, beberapa motivator juga mengadopsi ilmu hipnosis. Ilmu ini semakin populer setelah hipnotis Romy Rafael mulai muncul rutin di televisi dalam sebuah acara variety show.

Saat Romy mengatakan bahwa hipnosis bukanlah ilmu gaib dan bisa dipelajari oleh semua orang, rasa penasaran masyarakat pun semakin besar. Memang, hipnosis bisa dipelajari oleh semua orang.

Lebih mengejutkan lagi karena ilmu dasar hipnosis dan kemampuan untuk menghipnosis seseorang bisa dilakukan hanya dalam waktu dua kali pertemuan atau sekitar 18 jam saja. Setidaknya begitu yang diklaim oleh Nathalia Sunaidi, hipnoterapis yang membuka pusat pelatihan hipnoterapi Nathalia Institute.

”Semuanya bisa dipelajari dalam hipnosis tingkat basic sampai advance. Selama dua hari sudah bisa melakukan seperti yang dilakukan Romy Rafael di televisi,” kata Nathalia yang mendapatkan Certified Hypnoterapist dan Certified Instructor dari NGH (National Guild of Hypnotists) di Singapura dan Amerika.

Di Nathalia Institute, ada empat kelas yang ditawarkan.Kelas pertama yakni Basic-Advance Hipnosis, dipelajari selama dua hari. Pertemuan dilakukan pada Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Kelas kedua, yaitu kelas 100 jam.

Ini adalah kelas untuk mereka yang ingin belajar hipnoterapi alias menggunakan hypnosis untuk menyembuhkan trauma atau masalah seseorang. Ketiga, ada kelas self hypnosis atau hipnosis untuk menyembuhkan dan memasukkan sugesti positif ke diri sendiri.

Kelas ini adalah kelas yang paling singkat karena hanya diadakan sehari selama 6 jam. Terakhir, yaitu kelas hypno-birthing, digelar hingga lima kali pertemuan.

Menurut Nathalia, 80 persen pertemuan akan diisi praktek. Tak jauh berbeda dengan Nathalia Institute, hipnoterapis NSK Nugroho juga membuka kelas singkat Basic-Advance.

Jika ingin memiliki sertifikasi atau menjadi trainer profesional, Nugroho mewajibkan peserta untuk menambah dua hari lagi. Di samping kelas tersebut, Nugroho yang memberikan materi sesuai dengan kurikulum hypnosis internasional ini juga meladeni pelatihan untuk hypno parenting, hypno couple, hingga business relations hypnoteraphy.

Berapa biaya ikut pelatihan tersebut? Tergantung kelasnya. Untuk self hypnosis, biayanya murah, hanya Rp400 ribu. Tapi diluar itu, harganya sudah jutaan. Untuk hypnosis Basic-Advances baik di Nathalia Institute dan NSK Nugroho, nilainya Rp2,8juta hingga Rp3,8 juta. Bahkan untuk kelas 100 jam, dipatok harga Rp22 juta.

Seperti apakah belajar hypnosis? Secara singkat, peserta akan diajak memahami model of mind, yaitu bagaimana alam bawah sadar seseorang merekam semua peristiwa dan pengalaman yang dialaminya serta membuatnya sebagai bahan untuk mengendalikan hidup, baik secara positif maupun negatif. Dari sini, peserta akan dikenalkan kondisi normal, somnambulism, dan awakening.

Saat akan menghipnosis seseorang dalam kondisi normal, maka hipnotis harus melakukan preinduksi, yakni pengenalan pada klien atau orang yang akan dihipnosis tentang apa yang akan terjadi pada dirinya saat proses hipnosis berlangsung.

Setelah itu, dilakukan teknik induksi atau kata-kata yang akan membuatnya masuk dalam alam bawah sadar. Saat klien sudah masuk pada kondisi somnambulism, yaitu kondisi hipnosis terdalam, maka hipnotis baru bisa memasukkan sugesti yang diinginkan.

Misalnya untuk harus berhenti merokok atau sekadar meminta mereka berguling- guling di lantai. Saat sugesti sudah dimasukkan maka hipnotis akan mengembalikan klien ke kondisi awakening atau normal kembali.

”Di pelatihan, kita ajarkan pada peserta bagaimana memilih dan menggunakan teknik induksi yang tepat agar klien bisa masuk ke kondisi hipnosis dengan cepat,” ujar Nathalia.

Menurut Iban, 30, yang pernah mengikuti pelatihan hipnosis di salah satu tempat pelatihan di Bandung, teknik induksi memang sudah disiapkan dalam modul pelatihan. Jadi peserta tinggal mengikuti teori yang sudah ditentukan.

”Jadi kata-katanya memang sudah diatur bukan karangan kita sendiri. Kemudian kata-kata sugestinya juga harus pilihan, tidak boleh menggunakan ”tidak” karena katanya otak sebenarnya tak bisa merespon kata ”tidak”. Jadi harus pakai kalimat positif,” kata Iban.

Menurut Iban, saat melakukan praktek di tempat pelatihan, ia begitu mudah melakukan hipnosis pada model. Tapi, begitu ia mempraktekkannya ke keluarga dan teman, teknik yang digunakannya lebih banyak yang gagal.

”Enggak tau kenapa begitu. Tapi menurut saya pribadi karena mungkin kredibilitas saya yang belum tinggi di mata mereka. Kalau Romy Rafael kan terkenal jadi apapun yang dikatakan pasti orang akan ikut saja,” kata Iban beralasan.

Soal keefektifan hipnosis, Nathalia mengungkap dipengaruhi oleh banyak faktor. Yang paling sering terjadi adalah teknik hipnosis yang salah. Sedangkan NSK Nugroho berpndapat bahwa orang yang dihipnosis memang harus mau dihipnosis. Kalau tidak, hipnosis pasti akan gagal.

”Klien harus pasrah, tidak boleh melawan. Kalau melawan ya memang tidak bisa dikasih sugesti,” kata Nugroho.

Meski begitu, ada juga peserta yang sukses mempraktekkan pelatihan hipnosisnya. Dina Ariyati, 40, ibu dua anak usia 14 dan 12 tahun mengaku komunikasinya dengan dua anaknya tersebut menjadi lebih baik setelah ia mengikuti hypno-parenting.

Dengan mengucap kalimat pengharapan dibanding kalimat perintah, ia mengaku anak-anaknya menjadi lebih menurut dan terbuka padanya.

”Sekarang saya sudah kurangi kata-kata ”jangan”. Misalnya dibanding bilang ”jangan malas belajar” saya gunakan kata ”mama senang kalau anak-anak mama pintar”. Jadi sifatnya lebih berharap, mengimbau, dibanding mendoktrin karena anak-anak usia segitu pasti tidak suka kalau di doktrin dan dilarang,” jelasnya


Sabtu, 10 Juli 2010

Cara Efektif Mengatasi Otak yang Blank

Posted On 08.04 by Gume Online 0 komentar

Dimana saya menaruh ponsel saya tadi? Mau apa saya tadi ke ruangan ini? Pasti Anda pernah merasa begitu blank, sehingga tidak mampu mengingat sedikit pun apa yang harus Anda lakukan saat ini. Padahal, beberapa detik sebelumnya Anda masih mengingatnya. Untungnya, otak yang blank bukan menandakan Anda sudah pikun, atau mengaitkannya dengan faktor "U" (yang kemudian bikin Anda minder).

"Lupa dengan hal-hal seperti ini merupakan tanda betapa sibuknya kita," ujar Zaldy S. Tan, MD, direktur Memory Disorders Clinic di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston. "Ketika kita tidak memusatkan perhatian dengan baik, memori yang kita bentuk tidak cukup kuat, dan kita pun jadi kesulitan mengungkap informasi itu lagi."

Memori itu biasanya akan muncul kembali perlahan-lahan. Tetapi, ketika Anda sebenarnya sedang sangat membutuhkannya, hal ini memang membuat Anda frustrasi. Kunci untuk mengingatnya adalah dengan membentuk otak Anda, demikian menurut Harry Lorayne, penulis buku Ageless Memory: Simple Secrets for Keeping Your Brain Young.

"Kita biasa melatih tubuh kita. Tapi apa gunanya tubuh yang sehat jika Anda tidak memiliki kemampuan mental untuk menjalankannya?" katanya.

Tindakan paling mudah untuk mengingat sesuatu adalah dengan mencatatnya, atau menyusun daftar tugas di ponsel. Namun ketika Anda tidak dapat mengakses semua catatan tersebut, atau jika Anda ingin menguatkan fungsi otak, para pakar di atas menyarankan suatu strategi untuk membantu Anda selalu mengingat dengan baik. Ingat, biasakan melakukan hal ini sebelum Anda lupa sesuatu!

1. "Siapa ya, nama orang ini?"

Sebut terus namanya.
Ketika Anda diperkenalkan dengan seseorang, dengarkan betul namanya. Seringkali kita hanya menganggukkan kepala bila orang tersebut menyebutkan namanya, padahal sebenarnya kita tidak mendengarnya. Bila kurang jelas, jangan ragu untuk menanyakannya lagi. Kemudian, perjelas ejaan namanya. Misalnya, "Vanda itu dengan F atau V?" Anda juga bisa menambahkan, "Oh, sepupuku juga ada yang namanya Vanda." Sebut namanya setiap kali Anda berbicara, hingga Anda berpisah.

Berbasa-basilah.
Lakukan hal ini dengan beberapa trik. Sambil menanyakan namanya, mintalah kartu namanya. Setelah Anda meninggalkannya, tuliskan ciri-ciri orang tersebut di balik kartu nama (misalnya, berkacamata, rambut ikal, kulit gelap, dan lain sebagainya).

2. "Aduh, dimana saya menaruh kacamata tadi, ya?"

Ucapkan saat Anda meletakkannya.
Pusatkan perhatian pada apa yang sedang Anda lakukan, ketika Anda menaruh kacamata di meja. Atau, ingatkan diri Anda, "Saya menyimpan kunci laci di saku jaket saya." Dengan demikian Anda memiliki ingatan yang jelas saat melakukannya.

Jadikan kebiasaan.
Letakkan kotak atau keranjang kecil di sisi meja. Biasakan diri Anda untuk meletakkan semua benda -kunci, kacamata, ponsel, atau apa pun yang Anda gunakan setiap saat- di keranjang itu.

3. "Apa lagi yang harus saya lakukan hari ini?"

Mulailah suatu ritual.
Jika Anda harus melakukan suatu tugas (misalnya minum obat, atau memesan taksi untuk mengantar ke suatu tempat), ciptakan pengingat yang tidak biasa. Hanya dengan meletakkan obat di atas meja kerja, belum tentu Anda akan langsung ingat untuk meminumnya. Ambil juga segelas jus jambu yang biasanya tidak Anda sukai, atau CD band yang tidak Anda kenal, lalu taruh di dekat obat tersebut. Ketika Anda melihat benda-benda "asing" tersebut, Anda akan segera melihat apa yang seharusnya Anda lakukan (yaitu minum obat), demikian menurut Carol Vorderman, penulis Super Brain: 101 Easy Ways to a More Agile Mind.

4. "Gawat, password saya apa, ya?"

Bayangkan bentuk-bentuk nomor.
Berikan bentuk pada setiap nomor. Misalnya, 0 terlihat seperti bola atau cincin; 1 adalah pensil, 2 adalah angsa, 3 seperti borgol terbuka, 4 seperti perahu layar, 5 adalah perempuan hamil, 6 tampak seperti pipa, 7 mirip bumerang, 8 adalah manusia salju, dan 9 adalah raket tenis. Untuk mengingat nomor PIN ATM Anda (misalnya 4298), bayangkan diri Anda berada di perahu layar (4), ketika seekor angsa (2) mencoba menyerang Anda. Anda memukulnya dengan raket tenis (9), lalu angsa itu berubah menjadi manusia salju (8). Nah, bisakah gambaran itu terlupakan?

Buat rhyme.
Pikirkan kata-kata yang berirama dengan angka 1 sampai 9 (misalnya, batu untuk 1, iga untuk 3, dan seterusnya). Kemudian ciptakan sebuah cerita menggunakan kata-kata dengan rima tersebut.

5. "Aduh... apa ya, namanya? Kata itu sudah di ujung lidah saya!"

Berlatihlah mengucapkan urutan huruf.

Misalnya Anda tidak dapat mengingat judul sebuah film. Ucapkan huruf-huruf (di dalam hati). Ketika Anda sampai pada huruf R, misalnya, hal itu akan memicu nama yang sebelumnya sempat muncul sekelebatan dalam kepada: Ratatouille. Trik ini berhasil ketika Anda sedang menjalani ujian yang membuat Anda harus menyebutkan sesuatu kata atau nama.

6. "Mengapa saya jadi sulit menghafal sesuatu lagi?"

Baca, ketik, ucapkan, dan dengarkan. Itu saja resepnya. Untuk menghafal pidato, atau bahan presentasi, baca catatan Anda, kemudian ketik kembali di komputer. Setelah itu, baca keras-keras dan rekamlah. Dengarkan rekaman tersebut beberapa kali. Selagi Anda berusaha menghafal, ingatlah untuk mematikan TV, pemutar musik, dan komputer. Dengan demikian Anda bisa lebih berkonsentrasi.

Gunakan warna. Beri highlight pada catatan Anda dengan menggunakan spidol berwarna, dengan judul atau subjudul yang dibuat lebih tebal. Akan lebih mudah mengingat tulisan berwarna merah daripada hitam, bukan.

Sumber : female.kompas.com


Cara Melatih Otak untuk Mempertajam Daya Ingatan

Posted On 07.39 by Gume Online 0 komentar

Apakah Anda sering lupa saat mencari suatu benda? Misalnya Anda sering lupa meletakkan di mana kunci Anda? Atau lupa hal penting yang harus dilakukan? Lupa password? Nilai ulangan anak Anda buruk karena kesulitan menghafal? Hal ini banyak dialami oleh kita. Akibatnya, semakin banyak waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mencari barang, mendapat omelan dari orang lain, atau mendapat hasil yang buruk akibat sifat pelupa tersebut.

Daya ingat otak memang akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Semakin tua umur seseorang biasanya mereka akan semakin pelupa. Tetapi, ini dapat juga menimpa di usia muda. Masalah ini dapat dikurangi dengan cara melatih otak.


Sekilas tentang Fungsi Otak
Dalam proses mengingat, otak memainkan peranan besar. Otak dapat terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri berkaitan dengan logika, angka, tulisan, kecerdasan, hitungan, analisa, dan untuk ingatan jangka pendek (short term memory). Sedangkan otak kanan kita diguakan untuk kreativitas, imajinasi, musik, warna, bentuk, emosi dan untuk ingatan jangka panjang (long term memory).

Ingatan akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan. Untuk dapat mengingat dengan baik, perlu melatih otak agar berfungsi dengan optimal. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkembang tanpa diimbangi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan.

Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan, informasi harus diubah menjadi cerita atau gambar. Karena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Latihan diperlukan agar dapat mengembangkan otak kanan. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan.

Total Story Technique (TST)
Teknik ini dilakukan dengan cara membuat cerita singkat dari hal-hal yang akan kita hafalkan. Misalnya kita akan berbelanja di supermarket untuk membeli beras, shampo, susu, permen karet, pembersih lantai, telur, kecap, keju, saos tomat, tisu. Daripada berusaha menghafalnya, lebih baik Anda membuat cerita untuk hal-hal ini menjadi Dewi Sri (merupakan legenda dewi padi yang menggambarkan beras) sedang keramas (shampo) sambil mandi susu. Sedangkan di luar, si Mbok yang sedang mengunyah permen karet sambil mengepel (permbersih lantai) sudah menyiapkan telur rasa kecap bertabur keju dan saos tomat yang lembut seperti tisu.

Cerita tersebut benar-benar divisualisasikan dan dibayangkan. Kembangkan imajinasi Anda dengan menambahkan warna, bunyi, benda-benda pendukung dan gerak pada cerita tersebut. Misalnya, bayangkan tempat mandi berwarna pink tempat Dewi Sri mandi susu, bayangkan si Mbok yang sudah tua dan memakai kebaya abu-abu sedang mengepel halaman, dengarkan suara kunyahan permen karet di mulutnya, dan bayangkan Anda mencicipi telur yang rasanya seperti kecap, bayangkan bentuk telur yang bertabur keju dan saos tomat, dan bayangkan Anda bisa memegang telur tersebut dan merasakan kelembutannya yang seperti tisu.

Jadikan bayangan tersebut nyata di hadapan Anda. Dengan contoh cerita ini, kita telah melatih otak kanan yang berfungsi dalam kreativitas dan imajinasi. Kreativitas tercipta saat kita membuat suatu cerita singkat dan imajinasi turut berperan saat kita memvisualisasikan cerita tersebut.

Total Word Technique (TWT)
Pada teknik ini informasi yang ingin diingat diubah menjadi singkatan-singkatan atau jika informasi yang akan diingat merupakan kata-kata asing, dapat diubah menjadi kata-kata yang kedengarannya hampir sama. Teknik ini sering disebut juga dengan istilah jembatan keledai. Setelah itu, baru dibuat cerita agar dapat diterima oleh otak kanan.

Misalnya, ketika harus menghafal 8 planet mulai dari yang terdekat matahari. Urutannya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Jika menghafalnya terasa sulit, bisa diubah menjadi kalimat "Mengendarai Vespa Bukan Mainan, Judi Sahabat Urip Nekad".

Kalimat tersebut menggunakan beberapa huruf depan atau suku kata pertama dari urutan planet yang ingin diingat. Mengendarai untuk mengingat Merkurius, Vespa untuk Venus, Bukan untuk Bumi, Mainan untuk Mars, Judi untuk Jupiter, Sahabat untuk Saturnus, Urip untuk Uranus, Nekad untuk Neptunus. Dengan membayangkan tokoh-tokoh dan yang sedang dilakukan, Anda dapat lebih mengingatnya.

Total Number Technique (TNT)
Teknik ini digunakan untuk mengingat angka-angka. Karena otak kanan tidak mengenal angka atau tulisan, maka perlu dibuat cerita agar dapat dikenali otak kanan. Misalnya, Anda harus mengingat angka 212.007.217.080.205. Anda dapat mengubahnya menjadi cerita seperti Wiro Sableng (212) dan James Bond (007), keduanya (2) sedang mengikuti upacara kemerdekaan (1708) pada hari pendidikan nasional (0205).

Tetapi, tidak semua kombinasi angka merupakan angka yang sudah dikenal seperti diatas. Untuk itu, Anda dapat membuat cerita sendiri dengan mengubahnya menjadi kode yang dapat diterima oleh otak kanan yaitu dalam kode bentuk atau bunyi. Anda dapat mengubah angka menjadi kode bentuk atau bunyi seperti berikut:
Angka Kode Bentuk Kode Bunyi
0 Bola Gosong
1 Tiang Sepatu
2 Bebek Tua
3 Telinga Mentega
4 Perahu Layar Ketupat
5 Perut Gendut
Delima
6 Cerutu Tanam
7 Cangkul Baju
8 Kacamata Papan
9 Raket Jalan
Kode bentuk dan kode bunyi juga dapat diciptakan sendiri sesuai kreativitas Anda. Sekarang misalnya Anda harus mengingat password 284670, dapat diubah menjadi kalimat:


Mengingat dengan Kode Bentuk
Bebek (2) berkacamata (8) naik perahu layar (4) dengan tangan kanan memegang cerutu (6) dan tangan kiri memegang cangkul (7) asyik bermain bola (0).

Mengingat dengan Kode Bunyi
Kakek tua (2) membeli papan (8) dan ketupat (4) dari orang yang sedang menanam (6) baju (7) gosong (0).

Metode mengingat yang dijelaskan diatas hanya beberapa contoh teknik mengingat yang dapat digunakan, karena masih ada metode-metode lainnya. Metode mengingat tersebut akan membuat Anda dipacu untuk terus kreatif dalam menciptakan cerita singkat, membayangkan dan mengimajinasikannya.

Imajinasi Anda akan semakin terasah saat Anda menambahkan warna-warna pada bayangan cerita Anda, menambahkan gerak, aroma atau hal lainnya sehingga imajinasi Anda semakin menarik. Jika bisa, buatlah menjadi cerita yang lucu atau cerita yang tidak masuk akal. Ini akan membantu informasi lebih teringat.

Anda juga dapat mencoba untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Dengan demikian, menghafal dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mereka. Ini juga akan menjadi latihan yang baik untuk otak kanan yang bisa memacu kreativitas dan mengoptimalkan otak anak.

Jika Anda sudah mencoba mengingat dengan metode-metode tersebut, menyimpan informasi di otak kanan Anda, informasi tidak akan cepat terlupa dan membantu mengoptimalkan otak dan membantu daya ingat Anda. Selamat mencoba!


Rabu, 07 Juli 2010

Aktivasi Otak Tengah

Posted On 22.01 by Gume Online 0 komentar

Aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.

Sumber : http://otaktengah.com/


Selasa, 29 Juni 2010

10 Kebiasaan Yang Merusak Otak

Posted On 08.23 by Gume Online 0 komentar


  1. Tidak mau sarapan.
    Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.

  2. Kebanyakan makan.
    Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental.

  3. Merokok
    Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita. Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal diwaktu tua kita rawan Alzheimer.

  4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula.
    Terlalu banyak asupan gula akan menyebabkan Kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.

  5. Polusi udara.
    Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien

  6. Kurang tidur.
    Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.

  7. Menutup kepala ketika sedang tidur.
    Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

  8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit.
    Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak

  9. Kurangnya stimulasi otak.
    Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.

  10. Jarang bicara.
    Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak.